Minggu, 15 Desember 2013

Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Petelur 2

Untuk usaha ayam petelur, biasanya para peternak ayam kampung petelur lebih memilih bibit ayam betina yang siap bertelur daripada memulainya dari anak ayam (DOC). Meski begitu, patut pula disampaikan cara memilih bibit ayam petelur dari DOC.

Namun sebelum ke sana, DOC yang dipilih hendaknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Gerakannya lincah
  2. Sehat dan jelas indukannya
  3. Bulu DOC halus dan kering dengan dubur yang kering
  4. Mata bula bercahaya, kaki kuat dan bisa berdiri sendiri
  5. Ketika masa brooding ayam tak selalu mendekati sumber panas

Apabila syarat-syarat diatas terpenuhi, maka bisa diambil kesimpulan bahwa DOC sehat. Sehingga, bisa berlanjut ke langkah berikutnya yaitu membedakan jenis kelamin. Sebab, nantinya bibit ayam kampung yang diambil adalah ayam betina.

Ada dua cara untuk membedakan jenis kelamin, yaitu melihat bagian kloaka dan pengamatan fisik.

Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Petelur 2

Pengamatan bagian kloaka

  1. DOC yang akan dicek jenis kelaminnya dipegang dengan tangan kanan.
  2. Lehernya diapit jari tengah dan manis.
  3. Badan DOC diarahkan ke bawah, sementara perut bagian bawah diraba memakai jempol dan kelingking tangan kiri.
  4. Punggung DOC diketuk supaya kotorannya keluar dari kloaka.
  5. Bagian bawah anus ditekan dan telunjuk diletakkan di bagian kloaka.
  6. Buka lubang kloaka supaya bagian dalamnya menonjol keluar.
  7. Amati secara seksama bagian kloaka apakah ada titik. Jika ada, bisa dipastikan bahwa DOC yang sedang dicek berjenis kelamin jantan. Begitu pula sebaliknya.

Nb. Cara ini bisa diterapkan pada DOC anak ayam kampung yang berusia tidak lebih dari 2 minggu sejak menetas.

Pengamatan fisik

  1. Ayam jantan bentuk tubuhnya lebih besar, tinggi, padat, gagah. Sedangkan, ayam betina bentuk tubuhnya lebih pendek dan lembek.
  2. Ayam jantan matanya lebih bercahaya, sementara ayam betina cahaya matanya lebih lemah.
  3. Pertumbuhan tubuh dan bulu ekor ayam jantan lebih cepat dibandingkan ayam betina yang notabene lebih lambat dan bulu tumbuh merata.
  4. Anak ayam jantan dan betina memang lincah tapi ayam jantan suaranya lebih nyaring.

Minggu, 08 Desember 2013

Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Petelur [1]

Memilih bibit ayam kampung petelur berbeda dengan memilih bibit ayam kampung pedaging. Ada tiga hal yang seyogyanya diperhatikan oleh peternak, yaitu ayam betina, ayam jantan, dan anak ayam (DOC). Tapi, dalam artikel kali ini, kita hanya akan mengulas memilih bibit ayam betina dan ayam jantan. Untuk memilih bibit anak ayam (DOC), bisa disambung pada artikel berikutnya.

Nah, bagaimana memilih bibit ayam petelur?

Memilih Bibit Ayam Betina Petelur

Dalam usaha beternak ayam kampung, khususnya petelur, memang bibit ayam betina harus diperhatikan. Sebab, ini merupakan salah satu kunci sukses beternak ayam. Paling tidak demi menghindari kerugian dan menghindari bibit ayam afkir yang telah berkurang produktivitasnya. Adapun cara memilih bibit ayam betina petelur, antara lain:

  1. Pilih ayam kampung betina dari jenis ayam petelur unggul, seperti ayam arab, ayam sentul, ayam nunukan, dan ayam kedu. Jenis ayam ini dikenal memiliki keunggulan soal produktivitas telur yang tinggi dibanding ayam kampung lainnya.
  2. Pilih yang ciri-ciri fisiknya bagus. Seperti kepala halus, mata bersih dan terang, muka tidak terlalu lebar, jengger serta pial tidak kasar, paruh pendek dan bersih, serta sayap kuat dengan bulu yang tumbuh merata dan mengkilap.
  3. Pilih yang di usia sekitar 5 bulan memiliki bobot 1,2-1,75 kg dengan badan besar dan perut lebar.
  4. Perhatikan pula jarak antartulang pubis (3 jari) dan jarak antara tulang dada dengan tulang pubis (4-5 jari). Cara ini dikenal akurat untuk menyeleksi bibit ayam betina petelur. Perhatikan gambar!

Memilih Ayam Pejantan

Walaupun ayam betina memegang peranan kunci untuk kesuksesan ternak ayam kampung. Namun, jangan juga kecilkan peran ayam jago yang bertugas membuahi sel telur ayam betina. Sehingga, hasil produktivitas telur nantinya lebih besar, lebih bagus, dan lebih berkualitas. Bagaimana memilih pejantan yang bagus?

  1. Pilihlah ayam jantan sesuai kebutuhan. Untuk kebutuhan produksi ayam pedaging, bisa dipilih ayam pelung atau ayam bangkok. Sementara, untuk kebutuhan produksi ayam petelur, bisa dipilih ayam arab atau ayam kedu.
  2. Perhatikan pula ciri-ciri fisiknya. Seperti tulangan yang kokoh, sayap yang kuat, bulu yang tumbuh secara merata dan mengkilap, paruh pendek dan kuat, jengger dan pial berwarna merah, tulangan kaki tegak, jari-jari terbuka lebar, sisik kaki teratur, taji bisa runcing bisa kecil bisa pula berbentuk biji jagung.
  3. Berbobot 1,5-2,25 kg di usia 8-12 bulan.

Jumat, 15 November 2013

Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Pedaging

Oke, kita sudah membicarakan kandang ayam kampung di tiga artikel sebelumnya. Karena itu, kita bergerak ke langkah selanjutnya yaitu memilih bibit ayam - yang dimaksud adalah anak ayam kampung.

Bibit ayam kampung memainkan peranan penting dalam kesuksesan usaha beternak ayam kampung skala rumahan. Ada dua jenis ayam yang bisa bedakan secara global disini: ayam kampung petelur dan pedaging. Kedua bibit ayam ini memiliki cara serta penanganan yang berbeda.

Bagaimana tips memilihnya, berikut pemaparannya.

Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Pedaging

Bibit ayam kampung pedaging bisa diambil dari DOC ayam petelur, jika Anda memakai metode mulai dari penetasan. Yang patut diingat adalah pilih DOC ayam pedaging hanya dari jenis kelamin jantan.

Kenapa?

Alasannya, ayam jantan relatif lebih cepat pertumbuhannya dibandingkan ayam betina.

Namun, untuk memilih bibitnya, terapkan tips berikut, yakni:

  1. Pilih bibit ayam yang secara genetik mempunyai produktivitas daging lebih tinggi. Ini bisa didapat dari ayam Bangkok, ayam nunukan, ayam pelung.
  2. Pilih bibit ayam yang sehat dan lincah.
  3. Pilih bibit ayam yang unggul.
  4. Jika membeli bibit ayam dari perusahaan pembibitan, cari dulu informasinya mengenai perusahaan tersebut baik-buruknya. Perusahaan yang telah berpengalaman akan menyediakan bibit ayam yang unggul.
-------

Sekadar catatan: admin pernah membeli bibit ayam dari perusahaan pembibitan yang tanpa mengetahui informasi perusahaan. Hasilnya? Bibit yang admin dapat campur-campur. Ada ayam arab, ayam kampung, ayam broiler, bahkan ayam kate.

Jumat, 08 November 2013

Cara Membuat Kandang Ayam Kampung - Bagian III: Peralatan dan Perlengkapan Kandang

Setelah membicarakan dua cara membuat kandang ayam kampung, yaitu soal kelayakan kandang dan jenis-jenis kandang, sampailah kita pada topik kandang ayam terakhir, yaitu peralatan dan perlengkapan kandang. Peralatan dan perlengkapan kandang intinya sama dengan pembangunan kandang itu sendiri. Biaya harus ditekan, namun tetap dapat menyesuaikan dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Harganya murah 
  2. Konstruksi sederhana sehingga mudah dibersihkan
  3. Berguna dan bermanfaat bagi ayam
  4. Tahan lama, sehingga biaya penyusutan tidak begitu besar
  5. Bisa dibongkar pasang dan mobile

Nah, dari kriteria diatas, sedikitnya ada 5 jenis peralatan dan perlengkapan kandang yang kita butuhkan.

Tempat pakan ayam

Cara Membuat Kandang Ayam Kampung - Bagian III: Peralatan dan Perlengkapan Kandang

Jika Anda akan beternak ayam dengan sistem umbar di dalam satu kandang ayam besar, lebih baik gunakan tempat pakan yang biasa dipakai oleh peternakan ayam broiler komersial. Biasanya bentuk seperti tabung berkapasitas 5 kg. Sebutannya poultry shop. Bisa dibeli di toko-toko pakan ayam. Namun, jika ingin membuatnya sendiri juga bisa. Memakai bambu. Biaya produksi bisa ditekan.

Tempat minum

Ayam kampung membutuhkan air minum dua kali lebih banyak dibandingkan pemberian pakannya. Ini untuk menjaga stabilitas panas yang ada di dalam tubuhnya. Karena itu, tempat minum yang menampung air sangat vital. Tempat minum bisa dibeli toko-toko pakan, atau dibuat sendiri. Terserah pilihan Anda.

Sangkar ayam (petarangan)

Sangkar (petarangan) berguna untuk tempat bertelur dan mengerami telur. Untuk menghemat biaya produksi bisa juga menggunakan kardus, alasnya bisa memakai besek bekas kenduri. Sebaiknya sangkar dibuat seredup mungkin, bisa dipindahkan dengan mudah, sejuk, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta nyaman untuk ayam. Sangkar bisa dibuat secara berkoloni dengan ukuran per unit sangkar selebar 0,6 m. Sedangkan, panjangnha dapat disesuaikan dengan panjang kandang yang dibuat.

Peralatan penunjang

Peralatan ini keberadaannya butuh tak butuh tapi harus ada. Sebab, peralatan penunjang ini berfungsi untuk membersihkan kandang ternak ayam. Bentuknya berupa drum, ember, sapu lidi, sekop, serta cangkul garpu.

Peralatan brooding (pemanas)

Peralatan pemanas digunakan untuk membesarkan anak ayam kampung mulai menetas sampai usia tiga minggu atau bulu tumbuh sempurna. Alat pemanas bisa berupa kandang box yang dilengkapi lampu berdaya 40-100 watt - tergantung iklim dan kapasitas anak ayam kampung.

Demikian, cara membuat kandang ayam secara teknis yang bisa kami paparkan. Adapun kurang lebihnya bisa Anda tambahkan dan improvisasi sesuai referensi budidaya ayam yang Anda miliki.






Selasa, 05 November 2013

Cara Membuat Kandang Ayam Kampung - Bagian II: Jenis Kandang

Setelah menilai kelayakan kandang, langkah selanjutnya dalam membuat kandang adalah menentukan jenis kandang. Dalam beternak ayam kampung, tentu kita membutuhkan kandang. Secara umum dikenal 2 jenis kandang ayam, yaitu: kandang postal dan kandang panggung.

Untuk lebih jelasnya, silakan simak penjelasan berikut.

Kandang postal

Cara Membuat Kandang Ayam Kampung - Bagian II: Jenis Kandang
Istilah lain yang bisa dipakai untuk menyebut kandang postal adalah litter system. Sistem kandang ayam kampung ini diadopsi dari sistem kandang untuk budidaya ayam broiler (breeder), dimana tingkat kepadatan 6-7 ekor/m2.

Idealnya, kandang ini digunakan untuk pembesaran ayam kampung - dipelihara hingga mencapai bobot konsumsi (0,8-1,2 kg). Biasanya, kandang postal memiliki ketinggian 2,4 m.

Kandang panggung

Cara Membuat Kandang Ayam Kampung - Bagian II: Jenis Kandang
Selain kandang postal, ada juga jenis kandang lain yang disebut kandang panggung. Jenis kandang ini umumnya dibangun di dataran rendah atau kawasan yang bawahnya basah (kolam ikan dan sawah). Istilah penyebutannya adalah longyam (balong ayam).

Karena dibangun di dataran rendah, kandang panggung untuk budidaya ayam memiliki sirkulasi udara yang lebih baik. Udara bisa masuk melalui samping dan bawah. Sehingga temperatur di dalam kandang bisa disesuaikan. Ternak ayam kampung pun bisa merasa nyaman berada di dalamnya.

Lantai jenis kandang ayam kampung ini umumnya terbuka (sistem slat), yang terbuat dari bambu atau kayu reng dengan kerenggangan 2,5 cm. Tujuannya memudahkan udara masuk dari sela-sela lantai.

-------
Note: kandang tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kondisi lahan yang Anda miliki. Tidak menutup kemungkinan Anda cara membuat kandang ayam kampung dengan gaya sendiri.

Senin, 04 November 2013

Cara Membuat Kandang Ayam Kampung - Bagian I: Kelayakan Kandang

Kandang ayam bisa diibaratkan seperti rumah manusia. Karena itu, dalam pembuatannya perlu dipikirkan mengenai kenyamanan, keamanan, dan kelayakannya. Sehingga, ayam bisa tumbuh dan berkembang secara optimal.

Cara membuat kandang ayam kampung pun tak harus bagus serta mahal. Peternak cukup memperhatikan tiga syarat berikut, yaitu kelayakan kandang, peralatan dan perlengkapan kandang, serta jenis-jenis kandang.

Dalam artikel ini, kita akan mengulas syarat pertama lebih dulu.

Kelayakan kandang

Ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk memenuhi syarat kelayakan kandang. Diantaranya adalah ukuran kandang, letak dan arah kandang, dan konstruksi kandang.

Cara Membuat Kandang Ayam Kampung - Bagian I: Kelayakan Kandang

1. Ukuran kandang

Biasanya ukuran kandang ditentukan oleh besar-kecil modal yang dimiliki peternak. Namun, karena kita mengacu pada cara beternak ayam kampung di pekarangan rumah, maka kita mengacu pada ukuran pekarangan rumah yang kita miliki dan jangan memaksakan.

Taruh contoh, pekarangan yang kita miliki luasnya 25 m2, kita bisa membangun kandang berukuran 10 m2. Adapun ayam kampung yang bisa dipelihara di lahan tersebut adalah sebanyak 70-100 ekor.

2. Letak dan arah kandang

Usahakan untuk meletakkan kandang sejauh 10 m dari perumahan penduduk atau rumah kita sendiri. Hal ini bertujuan supaya ketika ayam terjangkiti penyakit, maka tidak menyebar langsung ke manusia.

Selain itu, syarat arah kandang yang baik adalah mengarah ke arah timur dan barat. Atau setidaknya, terkena sinar matahari langsung. Ini supaya ternak ayam kampung terjaga kesehatannya. Sinar matahari membantu metabolisme kalsium, sehingga kesehatan tulang ayam akan terjaga.

3. Konstruksi kandang

Berbicara konstruksi kandang untuk budidaya ayam kampung, peternak tidak perlu membeli semuanya baru. Sebisa mungkin menekan biaya pembuatan kandang dengan memanfaatkan limbah bekas bangun rumah, seperti triplek, papan kayu cor, bambu dan sebagainya.

Namun, sebaiknya konstruksi kandang tetap harus dibangun sebaik mungkin. Tujuannya tahan lama.

a. Atap kandang
Bahan yang digunakan untuk atap kandang bisa juga memakai terpal, ijuk, seng, rumbai, dan asbes. Untuk kebutuhan ini tak perlu bahan yang bagus. Cukup pilih bahan yang bagus, tapi bisa dari bahan bekas.

b. Dinding kandang
Bahan yang dipakai untuk dinding kandang juga bisa memakai bahan bekas. Seperti anyaman bambu, bilah bambu, ram kawat, dan triplek.

c. Lantai kandang
Sebaiknya lantai kandang memang dibuat dari semen untuk memudahkan sanitasi. Kalaupun terpaksa tidak disemen, lantai kandang dilapisi oleh campuran sekam, serbuk gergaji, dan kapur dengan ketinggian hingga 5 cm. Tujuannya supaya lantai kandang bisa menyerap air. Sehingga, lantai kandang budidaya ayam tetap kering dan tidak becek.

Jumat, 17 Mei 2013

Cara Memelihara Kambing dan Merawatnya

cara memelihara kambing, cara merawat kambing, budidaya kam bing, ternak kambing

Untuk mengetahui cara memelihara kambing atau merawat kambing yang baik bisa kita dapatkan dari  para peternak kambing yang sudah terlebih dahulu menekuninya, namun hal itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Namun untuk menambah pengetahuan tentang cara memelihara kambing dan merawat kambing di artikel ini akan dijelaskan beberapa tahapan inti dalam melakukan pemeliharaan dan perawatan kambing.

Tahapan-tahapan cara memeliha kambing dan merawatnya diantaranya sebagai berikut:

1.    Kandang
2.    Makanan
3.    Pengenalan Ternak
4.    Perawatan Kuku
5.    Pemeliharaan Kambing Jantan
6.    Pemeliharaan Kambing Induk
7.    Perawatan Setelah Beranak

KANDANG

Kandang untuk kambing harus disesuaikan dengan karakter kambing, karena kambing memiliki sifat agresif atau tidak bisa diam, bahkan kambing hewan yang suka mendaki. Oleh sebab itu kandang untuk kambing sebaiknya cukup tinggi, kurang lebih  sdetengah meter dari permukaan tanah.

Selain dapat menahan angin kandang unntuuk kambing harus terkena sinar matahari,  terutama sinar matahari diwaktu pagi hari, kandangkambing bisa kita buat dengan system ganda atau tunggal. Namun pembuatan kandang tersebut memang sebainnya disesuaikan dengan jumlah kambing yang akan kita pelihara.

Untuk kandang kambing jantan ukuran luasnya 1 x 1,5 m. sedangkan untuk ukuran luas kandang kambing betina 0,8 x 1,5 m. untuk kandang kambing  betina yang memiliki anak satu atau  dua ekor ukuran kandangnya 1 x 1,5 m. kalau kitaa akan membuat kandang untuk 10 ekor kambing yang kita campur sekaligus , dapat dipergunakab ukuran 1,5 x 7,5 m atau 1,5 x 6 m.
Untuk ukuran tempat makan tidak ada patokan, tetapi untuk pedoman bisa kita gunakan ukuran sebagai berikut:
  • Bagian dasar selebar 25 cm.
  • Bagian atasnya selebar 35-40 cm.
  • Kedalaman rak makan 50 cm.
  • Jarak rak dari lantai 25 cm.

Untuk lantai seharusnya kita memilih bahan yang terbuat dari bamboo agar tahan terhadap air kencing dan kotoran yang jatuh ke lantai bisa langsung keluar, oleh sebab itu kita bisa gunakan ukuran 1-1,5 cm, jarak bamboo untuk lantai.
Atap kandang sebaiknya dapat menutupi rak tempat makan (untuk kandang tunggal) supaya rak tidak terkena  air hujan.

MAKANAN

Makanan yang biasa diberikan untuk kambing diantaranya:

1.    Kelompok padian-padian
  • Rumput kelonjono.
  • Rumput Benta
  • Rumput Jukut Tualadi
  • Rumput Benggala
  • Rumput Kawatan

2.    Kelompok Kacang-kacangan
  • Orok-orok / Krotalaria.
  • Daun, ranting, ataupun bunga Turi
  • Petai cina atau malandingan, bisa juga buahnya atau bunga malandingan yang masih muda.
  • Kacang tanah, baik daun atau buahnya yang masih muda.
  • Kacang kedelai.

3.    Kelompok lain yang bisa diberikan
  • Daun waru.
  • Daun kelapa pohon.
  • Daun pisang.
  • Daun nangka.
  • Daun Clitoria atau kembang Telang.

Biasanya kambing dewasa setiap harinya memerlukan makanan hijau-hijauan sebanyak 6 kg. untuk kambing betina yang sedang menyusui dapat kita berikan makanan tambahan konsentrat yang berupa dedak, bungkil kelapa, bubur nasi dan sedikit garam.

Untuk perbandingannya 1 bagian berat konsentrat dibanding dengan 5 atau 7 bagian berat hijau-hijauan, namun perlu diingat dalam memeberikan makanan kepada kambing-kambing ini setiap harinya juga tetap seberat 6 kg.


No
Jenis Tanaman
              Kandungan Unsur
% Air
%Protein
TND
1
Rumput Benggala
79,8
2,7
18  
2
Rumput Kawatan
78,0
1,8
18                    
3
Daun Turi
80,2
6,4
18
4
Petai Cina
78,2
5,7
22
5
Daun Ketela Pohon
77,0
8,2
22
6
Daun Nangka
71,5
3,4
20

  
TND = Jumlah  makanan keseluruhan  unsure yang dapat dicerna.

TANDA PENGENAL TERNAK

Tanda pengenal pada ternak bertujuan untuk mengecek jumlah ternak yang ada, apabila kita memiliki jumlah ternak yang cukup banyak kita bisa memberikan tanda atau ciri dengan memberikan kalung atau goresan pada telinga, hal ini dapat memudahkan kita untuk menghitung atau mengecek keberadaan ternak kita.

PERAWATAN KUKU

Perawatan kuku pada  kambing sangat penting, karena kambing sering digembalakan di daerah-daerah yang becek dan banyak caccingnya. Hal ini merupakan salah satu penyebab kambing-kambing itu terserang penyakit.

Kuku yang terserang cacing, akan kelihatan keropak, auranya tidak rata. Apalagi kalau sampai ada tungau yang menyerang di sela-sela kuku-kuku kambing menyebabkan kambing malas berjalan karena sakit, selain itu kerusakan pada kuku dapat mengakibatkan kelainan bentuk kaki akibat lamanya penyakit yang diderita dan akan pincang jalannya.

PEMELIHARAAN KAMBING JANTAN

Tidak semua kambing jantan memiliki daya nafsu seksual yang hebat, hal ini diakibatkan karena beberapa hal antara lain:

  • Terlalu sering dipakai untuk pejantan atau sebagai pemacek.
  • Biasanya kaki belakang kambing sakit, juga bisa menurunkan gairah seksual.
  • Mukin alat kelamin (kemaluannya) sakit.
  • Bisa juga karena susunan saraf pusatnya terganggu.
  • Termasuk ternak yang sakit.

Untuk menghindari kambing jantan yang kurang maksimal seperti di atas, kita perlu melakukan pemeliharaan dan perawatan sebagai berikut:
  • Letakan kambing dalam kandang tersendiri, posisi kandang sebaiknya di tengah-tengah kambing betina yang dewasa.
  • Usahakan mempunyai gerakan yang bebas, yaitu dengan cara selain dikandang juga sering dilepas dikandang.
  • Untuk menjaga kesehatannya, kandang kambing jantan ini perlu disikat dan dibersihkan dan tidak hannya kandangnya kambingnya pun harus disikat minimal seminggu sekali.
  • Makanan kambing jantan harus cukup dan mengandung unsure-unsur yang dibutuhkan, agar menambah manfaat buat kekuatan.
  • Kandang harus tetap bersih dan sekering mungkin, paling tidak setiap pagi sinar matahari dapat masuk.

kambing jantan yang baik untuk dikawinkan setelah berumur 2 tahun. Selama satu tahunnya hanya boleh dikawinkan dengan 25 – 50 kambing betina saja. Inipun harus  kita bagi menjadi dua tahap perkawinan artinya setiap ekor kambing betina yang telah dikawini, hanya boleh dikawinkan sekali lagi dengan pejantan yang sama dalam jangka waktu setengah bulan lagi atau 2 minggu kedepan.

PEMELIHARAAN KAMBING INDUK
  • Kandang untuk beranak harus ditempatkan yang terpisah dari kandang kambing lainnya, supaya suasananya tenang.
  • Ukuran kandang  sebaiknya 1 x 1,5m.
  • Makan harus diperhatikan jumlah maupun kualitas.
  • Harus dilatih agar bisa bergerak menuju kandang tempat melahirkan.

Ciri-ciri kambing induk yang mau beranak, sebagai berikut:
  • Putting bila diperah mengeluarkan cairan putih.
  • Kambing yang akan melahirkan selalu kelihatan gelisah dan suka mencakar-cakar lantai.
  • Dari alat kelaminnya selalu keluar cairan berupa lender yang putih dan jernih.
  • Suka mengembik.

Rabu, 15 Mei 2013

Cara Beternak Kambing yang Baik


cara beternak kambing, ternak kambing, budidaya kambing

Cara beternak kambing yang baik tentunya akan berdampak pada hasil yang baik juga, maka langkah-langkah dalam beternak kambing atau pengembangbiakan kambing harus betul-betul dilakukan sesuai dengan karakteristik kehidupan kambing dalam kesehariannya.

Ada beberapa tahapan yang perlu kita ketahui untuk memulai cara beternak kambing yang baik, dibawah ini akan dijelaskan tahpan-tahapan inti yang harus kita ketahui untuk memulai beternak kambing.

Kalau kita ingin mengetahu kapan sebenarnya ternak kita mulai timbul birahinya, kita harus mengetahui berapa umurnya ,dengan demikian maka pengetahuan tentang umur ternak memang sangat penting dan dominan.

Mengapa kita harus mengetahui tentang umur? Kalau ternak kita kawinkan terlalu muda akan menurun kan keturunan yang kurang baik, lemah dan tidak tahan akan penyakit. Sebenarnya ini tidak hanya terjadi pada kambing, tetapi juga pada kerbau ,sapi, maupun domba.
Berikut ini daftar kapan ternak boleh dikawinkan:

no
Jenis
ternak
Mulai dikawinkan
jantan             betina
(th)                 (th)
Sebaiknya
Batas
umur
1
kerbau
2,5 - 3         2 - 2,5
3 - 7
13 - 14
2
sapi
2- 2,5          2-2,25
3 - 6
10 - 12
3
domba
1-1,5           1 - 1,5
2 - 3
5 - 6
4
kambing
1                  1
2 - 3
5 - 6


Catatan pada kolom sebaiknya yang kita maksudkan adalah masa pertumbuhan dan masa  berkembang biak yang baik adalah saat umur tersebut pada daftar lampiran .

Adapun yang ditulis dalam kolom batas umur maksud nya adlah batas-batas ternak tersebut produktif.  Kalau kita menernakan hewan yang telah melampauibatas umur akan mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Sebab hewan itu sudah melampaui batas produktif bila terus kita ternakan , sama artinya kita mencari kerugian sendiri

Masa birahi

 Masa birahi kambing atau tenak lainya ,tidak bisa ditentukan waktunya . hal ini sebenarnya bisa diketahui ,sebab biasanya ternak yang telah diserang rasa birahi , akan mengeluarkan tanda-tanda sebagai berikut:

1.    Selau gelisah dan tidak tenang
2.    Kurang mempunyai nafsu makan,minum dan sebagainya
3.    Selalu ingin keluar dari kandang
4.    Kalau kita lepak , akan selalu mencari dan mendekati lawan jenis,
Kemudian mendesak-desak ,menjilati dan mencium cium.

Sebagai contoh catatan ,baiklah kita ketahui tentang masa lamanya birahi timbul pada jenis hewan bertanduk :

no
Jenis hewan
Lama birahi (jam)
Bila tidak bunting akan timbul
Akan timbul birahi lagi setelah beranak
1
Kerbau
24 - 48
3 - 4 minggu
3 - 5 bulan
2
Sapi
24 - 48
2 - 3 minggu
3 - 6 bulan
3
Kambing
24 - 36
2 - 3 minggu
2 - 3 bulan
4
domba
24 - 36
2 - 3 minggu
2 - 3 bulan

Catatan : semuanya ini dihitung mulai minggu pertama bunting

Cara menaksir umur kambing
Umur kambing dapatdi taksir melalui giginya.jumlah gigi kambing ada 8 buah yang terletak pada rahang bawah . penggantian gigi susu menjadi gigi tetap terjdi semenjak ternak berusia 1 tahu sampai 4 tahun. Kalu kita akan menentukan umur ternak kambing ditinjau dari giginya ,caranya sebagai berikut:

  • Umur 1 - 1,5 tahun
  • Gigi susu sepasang di tengah tanggal dan tumbuh sepasang gigi tetap.
  • Umur 1,5 - 2 tahun
  • Gigi susu sebelah kiri 1 dan kanan 1 tanggal dan tumbuh sepasang gigi tetap.
  • Umur 2 - 2,5 tahun
  • Gigi susu ( 1 sebelah kiri dan 1 sebelah kanan) tangga, diganti sepasang gigi tetap.
  • Umur 3 – 3,5 tahun
  • 2 gigi susu terakhir (kiri 1 dan kanan 1) tanggal, dan dig anti dengan gigi tetap.

Perkembangan tubuh kambing
Untuk mengetahui perkembangan tubuh kambing sebelumnya kita harus tahu terlebih dahulu tentang beberapa hal . antara lain sebagai berikut :

1.    Jenis kambing apa yang kita pelihara
2.    Kita harus mengetahui pertumbuhan kambing yang sesuai dngan umurnya
3.    Bentuk tubuh kambing

Cara mengukur kambing
Tinggi nya diukur dari lutut sampai leher sebelah bawah . panjang tumbuh di ukur dari dada sampai dengan dubur .panjang kaki diukur dari kaki bawah sampai pangkal kaki paha. Dada di ukur dari pangkal paha sampai bawah leher . lebar dada di ukur dari dada samping kiri ke dada samping kanan.

Kemudian harus diperhatikan kalau akan mengukur kambing .cari lah tempat yang datar dan tegakan kambing tersebut ditempat yang datar dan jarak ke empat kakinya membentuk empat persegi panjang. Lalu untuk imbangan yang harmonis ukuran berkisar antara 5 cm. bila keadaan telah demikian kambing tersebut dapat di kawin kan .

Keturunan bibit unggul

Sebaiknya kambing betina kita kawin kan dengan kambing-kambing dari bibit unggulsebagai berikut
1.    Jenis kambing yang besar untuk tipe pedaging,produksi tinggi untuk kambing perah.
2.    Telah di ketahui sifat baiknya
3.    Dari jenis dan keturunan yang sering melahirkan
4.    Pandai mengasuh anak sewaktu melahirkan
5.    Menyukai aneka ragam bahan makanan